Selasa, 02 Februari 2016

Hari-Hari Terakhirku

Judul di atas jangan diartikan sebagai hari-hari terakhir aku berada di dunia ini ya. Ini hanyalah cara saya untuk mencoba menandai salah satu episode dari perjalanan hidup saya sebagai seorang abdi negara atau pegawai negeri sipil.
Sejak diangkat sebagai calon pengawai negeri sipil (cpns) 35 tahun yang lalu hingga posisiku saat ini (pns) aku tidak merasakan kalau sang waktu telah berlalu sedemikian jauh. Banyak hal yang telah terjadi di sepanjang rentang kehidupan yang telah kujalani. Banyak perubahan yang menyertai perjalanan hidupku. Di antaranya adalah perubahan status kepegawaian dari cpns menjadi pns. Dari staf golongan rendahan menjadi sedikit lebih tinggi, Dari staf non eselon menjadi punya eselon meski tidak sampai pada eselon tertinggi untuk ukuran eselonisasi di level pemerintahan daerah. Tapi semuanya telah terjadi dan aku syukuri sebagai sebuah ketentuan yang telah Allah shubhanahu wata'ala tetapkan untukku.

Sejak menjadi abdi negara, saya dan keluarga kecil telah beberapa kali berpindah tempat tugas dinas, baik berpindah karena mengikuti program tugas belajar, maupun berpindah karena memang penyegaran organisasi kepegawaian atau mutasi.  Selama kurang lebih lima tahun mengikuti program pendidikan kedinasan Tugas Belajar di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, lalu kemudian kembali bertugas dinas di Kantor Wilayah Departemen Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai instansi yang mengutus saya ke STKS Bandung. Terakhir adalah mutasi dari Kantor Wilayah ke Kantor Departemen Sosial kabupaten Dompu dengan status pegawai negeri sipil pusat (vertikal).Lalu pada permulaan era otonomi daerah tahun 2001 terjadi pengalihan status kepegawaian dari status PNS pusat menjadi PNS daerah otonom kabupaten Dompu yang sudah barang tentu membawa konsekuensi tidak lagi bisa berindah atau mutasi ke daerah otonomi lain. Alhasil, saya tidak bisa lagi berpindah antar kabupaten/kota kecuali ada hal-hal khusus yang memungkinkan hal itu.

Tanpa terasa, umur juga sudah hampir menginjak kepala enam (60 tahun) dan ini berarti sudah berada di batas usia pensiun yaitu pada usia 58 tahun. Demikian pula masa kerja juga sudah mencapai 35 tahun hingga saat ini.. Jadi, masa-masa akhir sebagai abdi negara atau pegawai negeri sipil, sudah mendekati garis finis. Di usia setua ini, saya bersyukur kepada Allah shubhanahu wata'ala karena masih diberikan nikmat umur, kesehatan dan kesempatan untuk tetap bisa berbuat yang terbaik bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara sesuai kemampuan yang ada. Hari ini, dan beberapa bulan lagi ke depan saya berharap semoga masih diberikan oleh Allah shubhanahu wata'ala nikmat umur, nikmat kesehatan dan kesempatan, sehingga  saya bisa betul-betul menuntaskan pengabdian saya sebagai abdi negara...

Rabu, 27 Januari 2016

Januari 2016 #Cuaca


Hari ini, Kamis, 28 Januari 2016. Kondisi cuaca di tempatku masih cukup dingin, langit seakan masih enggan membuka pintu untuk sang mentari menaburkan cahaya sinarnya yang hangat. Kurang lebih sudah hampir satu minggu awan hitam mengelayut di atas langit kota Dompu hingga hari ini menunggu saat untuk mencair lagi menjadi air hujan. Sebuah siklus pergantian musim dari panas menjadi dingin, dari kering menjadi basah. Apakah semua orang senang dan bahagia menghadapi tabiat alam seperti ini? Seharusnya tidak ada istilah senang atau susah, tidak ada kata relatif atau mutlak dalam menyikapinya, karena keduanya sama-sama punya kebaikan dan juga keburukan bagi manusia. Tetapi tentu, kebaikannya pastilah lebih besar atau banyak dari pada keburukannya bagi semua makhluk-Nya di bumi. khususnya manusia. Sebuah kata bijak dalam menyikapinya, adalah menerimanya dengan ikhlas dan sabar serta mensyukurinya. Semoga Allah melipatgandakan kebaikan bagi kita semua, aamiin.

Selasa, 26 Januari 2016

Indahnya Surga

Dikatakan bahwa meskipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata'ala (dengan rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali masuk surga. Begitu istimewanya kita umat Islam diperlakukan oleh Allah subhanahu wata'ala. Kita tidak tahu persis mengapa hal ini bisa terjadi, dan hanya Allah saja yang mengetahui hal ini. Sebagaimana diriwayatkan oleh shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi bersabda, yang artinya : "Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita, dan dari kita diberi kitab sesudah mereka." (HR.Muslim).

Selain itu, masih ada lagi keistimewaan yang diberikan Allah kepada kita. Yaitu Allah shubhanahu wata'ala akan menampilkan umat Islam dengan penampilan yang amat indah. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda yang artinya : "Rombingan pertama yang masuk al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit." (HR.Al Bukhari dan Muslim)

Begitu istimewanya kita, lalu apakah kita tidak perlu lagi bersusah payah untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya? Tidaklah demikian saudaraku, karena yang menentukan apakah kita nanti ke surga atau ke neraka adalah amal kebajikan kita dan juga ridho-Nya. Mudah-mudahan kita diperkenankan oleh Allah untuk memasuki surga-Nya, aamiin ya rabbal 'aalamiin.