Rabu, 27 Januari 2016

Januari 2016 #Cuaca


Hari ini, Kamis, 28 Januari 2016. Kondisi cuaca di tempatku masih cukup dingin, langit seakan masih enggan membuka pintu untuk sang mentari menaburkan cahaya sinarnya yang hangat. Kurang lebih sudah hampir satu minggu awan hitam mengelayut di atas langit kota Dompu hingga hari ini menunggu saat untuk mencair lagi menjadi air hujan. Sebuah siklus pergantian musim dari panas menjadi dingin, dari kering menjadi basah. Apakah semua orang senang dan bahagia menghadapi tabiat alam seperti ini? Seharusnya tidak ada istilah senang atau susah, tidak ada kata relatif atau mutlak dalam menyikapinya, karena keduanya sama-sama punya kebaikan dan juga keburukan bagi manusia. Tetapi tentu, kebaikannya pastilah lebih besar atau banyak dari pada keburukannya bagi semua makhluk-Nya di bumi. khususnya manusia. Sebuah kata bijak dalam menyikapinya, adalah menerimanya dengan ikhlas dan sabar serta mensyukurinya. Semoga Allah melipatgandakan kebaikan bagi kita semua, aamiin.

Selasa, 26 Januari 2016

Indahnya Surga

Dikatakan bahwa meskipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata'ala (dengan rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali masuk surga. Begitu istimewanya kita umat Islam diperlakukan oleh Allah subhanahu wata'ala. Kita tidak tahu persis mengapa hal ini bisa terjadi, dan hanya Allah saja yang mengetahui hal ini. Sebagaimana diriwayatkan oleh shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi bersabda, yang artinya : "Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita, dan dari kita diberi kitab sesudah mereka." (HR.Muslim).

Selain itu, masih ada lagi keistimewaan yang diberikan Allah kepada kita. Yaitu Allah shubhanahu wata'ala akan menampilkan umat Islam dengan penampilan yang amat indah. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda yang artinya : "Rombingan pertama yang masuk al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit." (HR.Al Bukhari dan Muslim)

Begitu istimewanya kita, lalu apakah kita tidak perlu lagi bersusah payah untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya? Tidaklah demikian saudaraku, karena yang menentukan apakah kita nanti ke surga atau ke neraka adalah amal kebajikan kita dan juga ridho-Nya. Mudah-mudahan kita diperkenankan oleh Allah untuk memasuki surga-Nya, aamiin ya rabbal 'aalamiin.